Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2009

PrAmOeDyA aNaNtA tOeR



Hari ini aku ingin mengenang sehari menjelang detik2 kepergian maestro sastra Pramoedya Ananta toer 3 tahun lalu..

Pram.. tahukah engkau, pertama kali aku terjerat untaian kata2 membumimu adalah saat kubaca Percikan Revolusi subuh.
Entah kedalaman apa yg merasuki kepalanya, hingga bisa begitu menyentuh. Pram menggambarkan kepedihan tanpa perih.. Dia melukiskan tanpa bumbu tapi bulu kuduk tanpa sadar berdiri dan hati tersayat merasakan pedihnya. Untaiannya tidak rumit, sederhana tapi sarat makna yg terkandung. Aku pernah harus menghentikan membaca hanya untuk menarik nafas karena sesak. Hebat.. Belum lagi karyanya Bumi manusia dan Anak semua Bangsa. Piawai sekali kalimatnya menuntun kita pada detil peristiwa tanpa bertele- tele. Aku tak terlalu takjub bila karya itu keluar di kondisi jaman spt sekarang.Tapi bayangkan Pram hidup di masa dimana semua kebebasan di belenggu..

Aku tak peduli dia punya sisi gelap hingga salah satu award yg disandangnya di protes (dikroyok) sastrawan lain. Kalaupun Tudingan itu benar adanya, Kupikir melengkapi sisi manusianya. Bukankah setiap orang memiliki sisi gelap.. toh tidak mengurangi kemegahan karyanya. Toh negara2 lain di luar sana menghujaninya dengan berbagai award prestisius.Bahkan namanya di sentuh calon penerima nobel sastra ( dia bahkan menolak di nominasikan).

Detik ini aku bercumbu dengan kenangan pertama aku terpikat karyamu..
Selamat jalan sastrawan besarku..

Kamis, 22 Januari 2009

ThE DaNtE cLuB



Akhirnya selesai juga buku yg dah lama kubeli ini kubaca.Aku sering cm bisa memandangi nanar setiap mataku menatap cover yg mulai lusuh.Gimana nggak,Waktu terindah untuk melampiaskan hoby bacaku, adalah saat menjelang tidur, sambil ditemani teh jahe n alunan biolanya si sexy vanesa mae.Tapi hampir 7 minggu belakangan kerjaan membuatku pulang dalam kondisi sangat sangat mengantuk..jd ya..gt deh..

Buku ini berlatar belakang thn 1800 an. Dimana banyak tekanan norma,diskriminasi dan isu2 religi (katolik) begitu kuat, berdampingan dengan begitu hebatnya sastra berkembang pada masa itu. Serangkaian pembunuhan yg terjadi pada tokoh2 besar membuat intrik misterinya jadi pesona buku ini.Harus ku akui detil cerita yg di bangun amat brilian.Aku percaya riset yg di lakukan pasti sangat2 serius dari mulai budaya dsb dsb terutama menyangkut Boston pada masa itu.

Mattew Pearl berusaha menokohkan kelompok Dante ini laksana detektif yang memecahkan serankaian misteri pembunuhan di saat polisi benar2 kelimpungan.Kelompok Dante ini menemukan motif persis seperti rangkaian adegan cerita Divina Commedia terutama di bab neraka(infeno).Saking teliti dan lihainya Mattew menggarap detil,dia membawa kita seolah sedang mengamati suatu sejarah.Mungkin karena ini jg dia dianugrahi award Dante yg prestisius itu. Ya untuk seorang yg menyandang gelar sarjana sastra Inggris dengan predikat summa cum laude nggak mengherankanlah..

Tapi entah kenapa, aku nggak nemu perasaan yg terhipnotis sedemikian hebat seperti aku baca karya Anton chekov dan Pramoedya ya..Nggak tahu seperti ada kekuatan lain di balik setiap kata2nya.Mungkin mereka menyentuh hal hal yg Humanis.Sedangkan Mattew terlihat terlalu "megah" dan terlalu"cerdas".hihi..maap ya pa mattew.But..Buku ini mempesona dengan segala detil yg "luar biasa" itu..Nice Job Pak mettew..